Senin, 24 April 2017

TUGAS 2.3 AKUNTANSI KOMPARASI 3 NEGARA ASIA

1.       SISTEM AKUNTANSI NEGARA JEPANG

Lembaga atau badan yang mengatur:
Pemeirntah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi Jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum undang-undang perusahaan, undang-undang pertukaran dan sekuritas, dan undang-undang pajak penghasilan perusahaan.
Berdasarkan undang-undang perusahaan, laporan keuangan serta jadwal yang mendukung pada perusahaan kecil dan menengah merupakan subjek untuk audit hanya oleh auditor yang berwenang. Baik auditor berwenang atau independen, keduanya harus mengaudit perusahaan yang besar.
Deskripsi praktek:
Perusahaan yang bergabung di bawah undang-undang perusahaan dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan yang berwenang untuk disetujui pada saat rapat para pemegang saham, yang isinya antara lain:
Neraca
Laporan laba rugi
Laporan atas perubahan ekuitas pmegang saham
Laporan bisnis
Jadwal tekait
Beberapa jadwal pendukung juga dibutuhkan tetapi terpisah dari catatan antara lain:
-          Perubahan pada obligasi dan utang jangka pendek dan panjang
-          Perubahan pada aktiva tetap dan akumulasi penyusustan
-          Aset yang dijaminkan
-          Jaminan utang
-          Perubahan pencadangan
-          Jumlah dari dan untuk pemegang saham
-          Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan serta jumlah saham anak perusahaan
-          Penerimaan dari anak perusahaan

Standar Akuntansi:

Undang-undang perusahaan membutuhkan perusahaan besar untuk mempersiapkan laporan keuangan gabungan. Sebagai tambahan, perusahaan yang terdaftar harus mempersiapkan laporan keuangan gabungan dibawah undang-undang pertukaran dan sekuritas. Akun perusahaan prbdai merupakan dasar bagi laporan gabungan, dan prinsip akuntansi yang sama normalnya digunakan pada kedua tingkatan.

2.       SISTEM AKUNTANSI NEGARA CINA

Lembaga atau badan yang mengatur :
Undang-undang akuntansi terakhir kali diubah pada tahun 2000, mencakup semua perusahaan dan organisasi termasuk semua yang tidak dipegang atau diatur oelh negara. Hal ini menguraikan prinsip umum akuntansi dan menjelaskan peran pemerintah dan berbagai hal yang diutuhkan dalam prosedur akuntansi.
Deskripsi Praktek :
Pada umumnya aktivitas ini meliputi perumusan strategi ekonomi jangka panjang dan menentukan prioritas alokasi dana pemerintah. Untuk lebih spesifik lagi, departemen betanggung jawab atas:
Merumuskan dan melaksanakan kegiatan ekonomi, perpajakan, dan kebijakan lainnya yang berhubungan dengan ekonomi
Mempersiapkan anggaran belanja tahunan dan laporan fiskal
Mengatur pendapatan dan pengeluran negara
Mengembangkan manajemen keuangan dan sistem pajak
Laporan Keuangan
Periode pembukuan diminta sesuai dengan kalender tahunan. Laporan keuangan terdiri atas:
-          Neraca
-          Laporan laba rugi
-          Laporan arus kas
-          Laporan perubahan ekuitas
-          Catatan
-          Laporan tambahan dibutuhkan untuk mengungkapkan penurunan nilai aset, perubahan pada struktur modal, apropriasi laba, bisnis dan segmen geografis. Catatan mencakup sebuah laporan kebijakan ekonomi.
Standar Akuntansi :
Penggabungan usaha dicatat menggunakan metode pembelian. Goodwill adalah perbedaan antara biaya dan harga pasar aset dan kewajiban yang dilakukan. Perbedaan ini diuji untuk tes penurunan nilai tahunan. Metode ekuitas digunakan bagi investasi dalam tekanan, semua hal menyangkut dengan invete memiliki pengaruh yang signifikan.

3.       SISTEM AKUNTANSI NEGARA INDIA

Lembaga atau badan yang mengatur :
Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di India adalah lemabaga hukum dan profesi akuntansi. Penetapan lembaga pertama diatur dalam undang-undang 1857, dan hukum pertama berhubungan dengan pemeliharaan dengan kualifikasi resmi auditor pertaman.

Akta Perusahaan 1956 diatur dan diperbarui oelh agen pemerintahan. Departemen urusan perusahaan. Akta tersebut menyediakan cara kerja yang luas yang disebut kitab akuntansi dan persyaratan sebuah audit.
Deskripsi Praktek :
Laporan keuangan terdiri dari neraca dua tahun, laporan laba rugi, lapran arus kas, dan kebijakann akuntansi catatan. Perusahaan yang tidak terdaftar hanya perlu menyiapkan laporan intnya saja, akan tetapi nagi yang terdaftar harus menyiapkan laporan gabungan dan laporan inti.
Standar Akuntansi :
Anak perusahaan digabungkan ketika induk perusahaan memiliki saham lebih dari setengah kemampuan cotiing atau mengontrol pengaturan komposisi dean direktur. Anak perusahaan meungkin dikesampingkan dari penggabungan jika kendali hanya sementara atau jika pembatasan jangka panjang untuk kemapuan anak perusahaan dalam mentrasfer dana kepada induk perusahaan

Sumber/ refrensi:
Federick Choi, Internasional Accounting, Jakaerta : Salemba Empat, 2010

https://badayirfan.wordpress.com/2016/03/30/2-sistem-akuntansi-keuangan-amerika-jepang-cina-india-dan-meksiko/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar