Senin, 17 Oktober 2016

HOBI???


Apasih itu hobi? Hobi itu adalah segala bentuk kegiatan yang kita gemari atau kita sukai. Apakah setiap orang memiliki hobi? Ya, umumnya setiap orang memiliki hobi. Tentunya sebagian besar orang pasti memiliki satu atau lebih kegiatan yang mereka sukai. Hobi berhubungan erat dengan kepribadian kita juga lho... seperti contohnya, orang yang pemberani cenderung memiliki hobi yang penuh tantangan seperti hobi naik gunung, olahraga ektrim dan lain-lain. Dan banyak lagi serangkaian hobi yang bisa menggambarkan karakter kita. Lalu bagaimana dengan hobi saya? Apa saya memiliki hobi? Hehe tentu saja iya. Saya memiliki hobi yang saya gemari sedari kecil. Yaitu menggambar!!!
Dari saya kecil, saya sudah mulai suka menggambar. Pada awalnya saya suka sekali menggambar di tembok rumah. Lama-lama saya menggambar dikertas kecil. Saat saya TK saya tambah suka menggambar karna saya mengenal pensil warna. Saya sangat senang kalau orangtua saya membelikan saya pensil warna baru kala itu. Nah, waktu saya menduduki bangku Sekolah Dasar saya mulai mengikuti ekstrakurikuler menggambar disekolah. Saya pun rajin hadir dan mengikuti ajaran guru menggambar saya. Saat itu juga saya sering mendapatkan nilai yang bagus dan gambar saya sering dipajang di dinding sekolah. Betapa senangnya saya. Dari SD, kemudian SMP, SMA saya juga tetap menggeluti hobi yang sama. Namun semakin dewasa usia saya kala itu, saya sudah jarang menyalurkan hobi saya. Sampai diumur saya yang ke 20 tahun, saya iseng-iseng kembali menggambar. Dan ternyata bakat menggambar saya masih ada. Kemudian entah darimana asalnya saya mulai berfikiran untuk membuat hobi saya bukan sekedar hobi tapi juga hobi yang menghasilkan sesuatu. Saya mulai menggambar dengan serius, saya beri inovasi yang dimana gambar yang saya buat itu bermaknakan sebuah ucapan dari orang kepada orang lain. Seperti contohnya ucapan ulangtahun, hari jadi atau anniversary dan sebagainya. Saya mulai memanfaatkan media sosial yang saya miliki untuk memasarkan produk saya. Dan alhamdulillah, usaha saya membuahkan hasil. Dari mulai teman dan saudara saya menyukai karya saya. Dan karya saya berkembang sedikit demi sedikit.



Usaha saya ini terbilang baru, hampir setahun usaha ini berjalan. Dengan kesibukan yang saya miliki, untungnya saya masih sempat untuk mengerjakan pesanan yang ada. Thirteendoodle, begitu nama usaha ini saya buat. Meskipun usaha saya belum terbilang usaha besar, tapi saya mensyukurinya karena tidak semua orang dapat melakukan apa yang saya lakukan. Walaupun keuntungan yang saya dapatkan belum terbilang besar, tapi setidaknya saya sudah belajar berwirausaha. Dan yang terpenting saya dapat dengan ringan menjalani usaha saya karna saya melakukannya dengan senang hati dimana hobi dan bakat saya yang berperan besar. Semoga saja hobi saya ini bisa terus membawa saya dalam keberkahan dan rezeki yang berlimpah. Aamiin yaRabbalalamiin.


Minggu, 16 Oktober 2016

Kasus Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi

Pelanggaran Etika pada Kasus KPMG-Siddharta & Harsono

     September tahun 2001, KPMG-Siddharta & Harsono harus menanggung malu. Kantor akuntan publik ternama ini terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu. Sebagai siasat, diterbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar klliennya PT Easman Christensen, anak perusahaan Baker Hughes Inc. yang tercatat di bursa New York.
     Berkat aksi sogok ini, kewajiban pajak Easman memang susut drastis. Dari semula US$ 3,2 juta menjadi hanya US$ 270 ribu. Namun, Penasihat Anti Suap Baker rupanya was-was dengan pola anak perusahaannya. Maka, ketimbang menanggung risiko lebih besar, Baker melaporkan secara suka rela kasus ini dan memecat eksekutifnya.
     Badan pengawas pasar modal AS, Securities & Exchange Commission menjeratnya dengan Foreign Corrupt Practices Act, undang-undang anti korupsi buat perusahaan Amerika di luar negeri. Akibatnya, hampir saja Baker dan KPMG terseret ke pengadilan distrik Texas. Namun, karena Baker mohon ampun, kasus ini akhirnya diselesaikan di luar pengadilan. KPMG pun terselamatkan.

Etika yang Dilanggar
     Dari kedelapan prinsip akuntan yaitu tanggung jawab profesi, kepentingan publik, integritas, objektifitas, kompetensi dan kehati-hatian profesional, kerahasiaan, perilaku profesional,dan standar teknis, Akuntan Internal KPMG-Siddharta & Harsono belum sepenuhnya menerapkan empat prinsip etika akuntan, diantaranya :

Tanggung jawab profesi, dimana seorang akuntan harus bertanggung jawab secara professional terhadap semua kegiatan yang dilakukannya. Akuntan Internal KPMG-Siddharta & Harsono kurang bertanggung jawab karena dia terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu.
Kepentingan Publik, dimana dalam kasus ini akuntan KPMG-Siddharta & Harsono diduga tidak bekerja demi kepentingan publik karena terbukti sengaja menyogok aparat pajak di Indonesia yang disiasati telah menerbiitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KOMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen, anak perusahaan Baker Hughes Inc. yang tercatat di bursa New York. Hal ini tentu saja sangat berbahaya, termasuk bagi perusahaan KPMG-Siddharta & Harsono.
Integritas, dimana akuntan harus bekerja dengan profesionalisme yang tinggi. Dalam kasus ini akuntan KPMG-Siddharta tidak menjaga integritasnya karena telah melakukan penyogokan aparat pajak di Indonesia.
Objektifitas, dimana akuntan harus bertindak obyektif dan bersikap independen atau tidak memihak siapapun. Dalam kasus ini akuntan KPMG memihak kepada kliennya dan melakukan kecurangan dengan menyogok aparat pajak di Indonesia.

Kesimpulan
     Dari hasil uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pihak KPMG telah menyogok aparat pajak sebesar US$ 75 ribu. Sebagai siasat, maka diterbitkanlah faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar oleh kliennya PT Easman Christensen, selaku anak perusahaan Baker Hughes Inc. yang tercatat di bursa New York.
     KPMG telah melanggar prinsip intergritas karena tidak memenuhi tanggung jawab profesionalnya sebagai Kantor Akuntan Publik sehingga memungkinkan KPMG kehilangan kepercayaan publik. KPMG juga telah melanggar prinsip objektifitas karena telah memihak kepada kliennya dan melakukan kecurangan dengan menyogok aparat pajak di Indonesia.


Solusi
Harus ada upaya untuk membenarkan kesalahan sebelumnya san tidak mengulanginya lagi, karena konsistensi yang salah tidak boleh dipertahankan.
Perbaikan sistem akuntansi dan konsistensi penerapan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di Perusahaan.
Lebih selektif dalam memilih auditor yang benar-benar kompeten dan profesional untuk bekerja dikantor tersebut untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap KPMG-Siddharta & Harsono.


http://nukepermatasari.blogspot.co.id/2015/04/kasus-kpmg-siddharta-siddharta-harsono.html
http://mustofamanga.blogspot.co.id/2015/04/analisis-kasus-kpmg-siddharta-siddharta.html
http://yonayoa.blogspot.co.id/2013/01/contoh-kasus-pelanggaran-etika-profesi.html?m=1

Kamis, 07 Januari 2016

BIBLIOGRAFI


Pengertian Bibliografi

Bibliografi merupakan daftar pustaka yang mencangkup isi dan deskripsi sebuah buku, hal tersebut meliputi, judul, pengarang, edisi, cetakan, kota penerbit, nama penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ukuran tinggi buku dan ISBN. Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan. [wikipedia]
Fungsi Bibliografi

Fungsi sebuah bibliografi hendaknya secara tegas dibedakan dari fungsi sebuah catatan kaki.
Sebuah bibliografi memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan bibliografi seluruhnya tumpang-tindih satu sama lain.
Di pihak lain bibliografi dapat pula dilihat dan segi lain. yaitu ía berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Mengapa bibliografi itu dapat pula dilihat sebagai pelengkap? Karena bila seorang pembaca iugin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki. maka ia dapat mencarinya dalam bibliografi. Dalam bibliografi dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.


Jenis-jenis Bibliografi

Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi :
1).    Bibliogrfi deskriptif:
Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
2).    Bibliografi evaluatif:
Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka.Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.

Tujuan bibliografi atau daftar pustaka

Daftar pustaka bermaksud mentabulasi atau mendaftarkan semua sumber bacaan baik yang sudah dipublikasikan sperti buku, majalah, surat kabar, maupun yang belumdipublikasikan seperti paper skripsi, tesis, an disertasi. Melauli daftar pustaka ini, pembaca dapat mengetahui sumber-sumber apa saja yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu tnapa membaca seluruh tulisan terlebih dahulu.  Berdasarkan daftar pustaka itu, pembaca yang berpengalaman akan dapat mengira mutu pembahasan tulisan tersebut, karena tujuan utama dari daftar pustaka adalah untuk mengidentifikasi karya ilmiah itu sendiri.


Unsur-unsur dalam Pembuatan Bibliografi

Untuk persiapan yang baik agar tidak ada kesulitan dalam penyusunan bibiografi itu, tiap penulis harus tahui pokok-pokok mana yang harus dicatat. Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah bibliografi adalah:

1).    Nama penulis, yang dikutip secara lengkap.
Untuk penulis-penulis asing nama keluarga diletakan paling depan. Hal ini menentukan urutan huruf dalam daftar pustaka. Untuk penulis Indonesia yang menentukan urutan alfabetisnya ialah huruf pertama. Nama sendiri.
Jika penulis terdiri dari dua atau tiga orang, semua nama dicantumkan. Jika penulis lebih dari tiga orang ditulis singkatan et. al. (dan kawan-kawan/dkk).
Jika dalam sumber bacaan terdapat beberapa tulisan yang di tulis oleh penulis yang sama maka sumber bacaaan itu disusun berurutan. Nama penulis hanya ditulis  urutan pertama, karya urutan kedua dan sterusnya tidak ditliskan tetapi diganti dengan garis sepanjang tujuh ketkan. Nama penulis meupun garis, diakhiri dengan titik.

2).    Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
Cara menuliskan judul buku pada catatan kaki sama dengan cara menuliskan di daftar pustaka. Judul tulisan ketik dengan huruf kapital untuk setiap awal kata kecali kata tugas. Judul buku diletakan diantara tanda kutip dan diakhiri dengan tanda koma. Judul buku diketik dengan dengan jarak dua ketukan dari tanda titik di belakang nama penulis.

3).    Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
Data publikasi dimulai dengan tempat penerbitan dan akhiri dengan titik dua, kemudian dengan jarak satu sela ketukan dilanjutkan dengan nama badan penerbit, ditutup dengan koma, sela satu ketukan kemdian diikuti tahun penerbitan yang ditulis dengan angka arab dan diakhiri dengan titik. Jarak data publikasi dengan judul dua sela ketukan.

4).    Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun.
Dalam daftar pustaka nama buku atau nama majalah dengan cara yang sama dengan judul tulisan yaitu dengan huruf kapital untuk setiap awal kata dan diberi garis bawah. Nama buku diakhiri dengan tanda titik, tetapi untuk nama majalah diakhiri dengan tanda koma.

Penyusunan Bibliografi

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun daftar pustaka.
1.       Daftar pustaka  tidak diberi nomor urut
2.      Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
3.      Gelar penulisan tidak dicantumkan walaupun dalam buku yang dikutip penulis gelar.
4.      Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
5.      Daftar pustaka deletakan pada bagian terakhir dari tulisan
6.      Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi
7.      Baris pertama dimulai dari garis tepi margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak empat/tujuh ketukan.


Contoh-contoh penyusunan Daftar pustaka pada buku :

1.      Penulisan daftar pustaka terdiri atas 1 (satu)  orang penulis
Contoh : Keraf, Gorys. 1980. Komposisi. Ende : Nusa Indah
Ibrahim, nini. 2011. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: UHAMKA PRESS
2.       Penulisan daftar pustaka terdiri atas 2 (dua) orang penulis buku
Contoh : Arifin, E. Zaenal dan s. Amran Tasai. 1995. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta : Akademia
3.      Contoh daftar pustaka dengan penulis buku terdiri dari 3 (tiga) orang
Contoh : Akhadiah, Sabarti, maidar G. Arsjad, dan Sakurta H. Ridwan. 2003. Pembinaan Kemampuan Manulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga
4.      Contoh daftar pustaka denga penulis buku lebih dari 3 orang
Rani, Abdul dkk.2000. Analisis Wacana. Malang: Bayamedia


Manfaat Bibliografi

 Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
  •  Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya
  • Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya
  • Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat

Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan untuk dapat disampaikan isi buku secara efisien.